DPRD NTT minta Komitmen Pemerintah dalam Penanggulangan Stunting

oleh -23 views

Suara-ntt.com, Kupang-Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi NTT meminta komitmen pemerintah daerah dalam penanganan stunting.

“Komitmen dan kapasitas penyelenggara pemerintahan daerah dalam menanggulangi stunting akan menjadi legacy terbesar kita bersama,” kata Juru Bicara Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindara) DPRD Provinsi NTT, Stev Come Rihi terhadap tujuh rancangan peraturan daerah Provinsi NTT, Rabu (25/11/2020).

Stev mengatakan, seluruh proses pembangunan ini ditujukan untuk membentuk generasi NTT yang sehat dan cerdas, mampu mengembangkan kapasitasnya untuk berkompetisi dalam dunia yang makin kompleks. Gizi buruk dan stunting jelas menjadi persoalan serius yang mempengaruhi kemampuan untuk menghadirkan legacy itu.

Dikatakan, pencegahan stunting dimulai sejak dini pada remaja usia sekolah, mengembangkan budaya literasi pada remaja sehingga remaja memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.

Dijelaskan, monitoring kesehatan ibu hamil sekaligus pemberian PMT dan suplemen kepada ibu hamil melalui Posyandu, Pustu, Puskesmas dan Dokter Keluarga juga akan efektif untuk kehamilan dan kelahiran yang sehat.

Ketersediaan air bersih kata dia, sangat menentukan keberhasilan pemerintah mengatasi gizi buruk dan stunting. Pada situasi dimana masyarakat sulit mengakses air bersih maka beban untuk menyediakan air bersih untuk keperluan masak dan mencuci lebih banyak dipikul oleh perempuan dan ibu-ibu.

Selanjutnya pencegahan stunting juga perlu dilakukan dengan membangun kemitraan dengan lembaga agama. Pelibatan lembaga agama dalam sosialisasi kehamilan dan kelahiran sehat dapat dilakukan melalui konseling pra-nikah.

Sudah tentu penguatan ekonomi keluarga menjadi utama dalam mencegah gizi buruk dan stunting.

Fraksi Gerindra meminta agar pemerintah provinsi menetapkan desa-desa wisata, desa-desa lokasi TJPS, desa-desa lokasi intervensi provinsi di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan menjadi desa bebas gizi buruk dan bebas stunting.

“Itu menjadi ukuran penting dari keberhasilan kita mendistribusikan pembangunan dan kesejahteraan,”pungkasnya. (Hiro Tuames)