Gubernur NTT Perintahkan Dinas Peternakan untuk Duplikasi Model Ranch Peternakan Sapi di Sumba

0
16

Suara-ntt.com, So’e-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat perintahkan Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk menduplikasi model ranch peternakan sapi yang ada di Sumba.

“Pasca kunjungan ini, saya perintahkan Dinas Peternakan agar menduplikasi model ranch peternakan sapi yang ada di Sumba untuk diterapkan di kawasan ini. Begitu juga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk pengembangan Marungga (Kelor) dan tanam jagung panen sapi (TJPS) agar disiapkan luas lahannya beserta aspek teknisnya”.

Kemudian Dinas Perindag mendesain kebutuhan pengadaan mesin pengering dan mesin pengolahan bubuk Marungga serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk memetakan kawasan. Lokasi ini disiapkan lahan lima hektar disini untuk Taman Sepe. Sedangkan Badan Aset dan Pendapatan Daerah mendesain restoran dan penginapan di kawasan ini untuk peningkatan pendapatan pemprov,”ungkapnya ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Besipae, Sabtu (14/11/2020).

Dalam kunker tersebut, Gubernur Viktor bersama rombongan dan Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun langsung mengunjungi lokasi pembangunan pom bensin, lokasi penanaman Marungga, lokasi pembangunan ranch pengembangan peternakan sapi dan lokasi bangunan aset pemerintah yang tidak berfungsi. Saat itu juga para pimpinan perangkat daerah mendapatkan arahan langsung untuk percepatan mendesain pembangunan kawasan Besipae.

Untuk diketahui bahwa lahan seluas 3.780 hektar yang merupakan aset Pemerintah Provinsi akan dijadikan kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Setelah itu Gubernur Viktor berdialog bersama para Usif dan masyarakat Besipae, terkait dengan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi di tempat tersebut sekaligus mendengar langsung harapan mereka terkait pengembangan kawasan Besipae.

“Ini aset Pemprov yang dikelola untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk kolaborasi antar Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa agar lahan ini tidak dikelola seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sini akan ada Pertanian, Peternakan, Perikanan, Restoran, Pom Bensin dan Pariwisata.

Oleh karena itu program kerja disini sistemnya pemerintah hanya membantu dan masyarakat yang kerja dan menikmati hasilnya. Kita sunguh-sungguh untuk membangun dan para pimpinan OPD terkait saya beri target untuk mengimplementasikan programnya disini. Saya sebagai gubernur menyampaikan apresiasi kepada para Usif dan masyarakat yang telah membantu pemerintah dalam penyelesaian permasalahan di lahan ini,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Usif Nope Nabuasa yang mewakili para Usif dan masyarakat juga menyampaikan harapannya terkait pembangunan kawasan Besipae.

“Bapak gubernur, persoalan Besipae telah selesai pada 20 Agustus 2020. Saat itu Keluarga Nabuasa telah menyerahkan kepada Pemerintah untuk beraktivitas dan mengimplementasikan program kegiatannya disini. Harapan kami, lahan ini agar bisa ditata kembali lebih baik sebagai akibat segelintir orang yang telah merusak lahan ini,”ungkapnya.

Gubernur NTT bersama rombongan akan melakukan kunjungan kerja (kunker) di empat kabupaten yakni Kabupaten TTS, Malaka, Belu dan TTU pada tanggal 14 sampai dengan 18 November 2020. (HT)