Kawasan Tana Mori Labuan Bajo harus ‘Didandani’ sebagai Bali II Indonesia

oleh -155 views

Suara-ntt.com, Labuan Bajo-Kunjungan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu berencana menjadikan Labuan Bajo ibukota dari Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan dua event bertaraf internasional yakni Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), G-20 dan ASEAN Summit pada 2023. Indonesia dipercaya menjadi penyelenggara dari dua KTT tersebut.

Dengan demikian, Jokowi meminta seluruh pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo harus diselesaikan pada tahun 2020 ini.

Untuk mewujudkan mimpi itu maka Wakil Gubernur NTT, Joseph A. Nae Soi ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di daerah itu meminta Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Nusa Tenggara Timur (Mabar, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada) Gako Yanuar Dwi Putera, untuk segera memulai pelaksanaan proyek pengembangan ruas jalan tersebut sebagai penunjang suksesnya agenda kegiatan bertaraf internasional pada tahun 2023 sekaligus memberi dampak ekonomis bagi masyarakat lokal.

Wagub Nae Soi ingatkan agar waktu sisa yang ada digunakan untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Dan Kawasan Tana Mori harus ‘didandani sebagai Bali II di Indonesia.

“Saya ingatkan, waktu yang tersisa hanya tinggal setahun lebih efektif untuk proses penyelesaiannya menjelang pertemuan tingkat dunia 2023 nanti. Oleh sebab itu Kawasan Tana Mori ini harus secepatnya diubah “didandani”sebagai Bali II di Indonesia”, tegasnya ketika melakukan kunker di daerah itu, Selasa (3/11/2020).

Wakil Gubernur NTT ini juga melakukan kunker ke lokasi proyek pengembangan jalan raya di sepanjang ruas jalan Gorontalo menuju Kampung Nggoer, Dusun Laik, Desa Golo Mori, yang terletak pada Bagian Selatan Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer dari arah kota Labuan Bajo.

Dalam kunjungan itu dirinya menemukan 15 kilometer dari ruas jalan tersebut masih dalam keadaan rusak parah.

“Ruas jalan yang rusak ini, termasuk keseluruhan jalan yang akan dilintasi oleh para tamu termasuk para kepala negara sebagai peserta KTT G-20, harus segera diperbaiki dan diperlebar, dalam rangka mendukung pengembangan Kawasan Tana Mori sebagai Kawasan Unggulan Pusat Pariwisata Baru di Labuan Bajo dan menjadi Kawasan Super Premium,”ungkap mantan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar tersebut.

Dikatakan, kawasan yang akan menjadi Pusat Kawasan Ekonomi Baru tersebut rencananya akan dibangun beberapa hotel berbintang sebagai akomodasi yang representatif bagi para tamu terhomat dari berbagai negara.

Untuk diketahui bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur selama ini sudah sangat mendapat perhatian dan dukungan yang luar biasa dari Pemerintah Pusat untuk merealisasikan Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Premium di Indonesia. Dengan demikian, seluruh masyarakat harus meresponsnya dengan kerja keras.

Sebelumnya Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi melakukan kunjungan di tiga destinasi unggulan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, yaitu Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca pada hari ini. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti pelaksanaan Rapat Koordinasi Simulasi Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata.

Kunjungan tersebut juga untuk melihat secara langsung beberapa titik yang akan menjadi pusat kegiatan Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat yang akan digelar pada tanggal 12 November 2020 mendatang.

Dia menegaskan tentang kesiapan berbagai Fasilitas Pendukung seperti ketersediaan rambu-rambu, mercusuar dan jalur evakuasi harus segera dirampungkan sebelum tanggal 10 November 2020.

“Semua rambu harus secepatnya siap, dan Rambu-rambu tersebut harus disajikan atau ditulis dalam berbagai bahasa internasional, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, Jerman, Rusia, Spanyol, Prancis dan Arab. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama BNPB, BASARNAS, BMKG, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,”pintanya. (HT/Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)