Labuan Bajo jadi Daerah Pertama di Indonesia yang Terapkan Keamanan dan Keselamatan Wisatawan

oleh -28 views

Suara-ntt.com, Labuan Bajo-Destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat-Labuan Bajo akan dijadikan sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan para wisatawan di daerah itu.

“Saya ke sini untuk melakukan rapat bukan hanya sekedar koordinasi tapi rapat kolaborasi diantara kita,” ungkap Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi ketika memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Masyarakat dalam kegiatan simulasi keamanan dan keselamatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2020 mendatang di Aula Bupati Manggarai Barat, Senin (2/11/2020).

Joseph menyampaikan bahwa simulasi keamanan keselamatan pariwisata di Labuan Bajo merupakan ujicoba pertama dan hasilnya akan diterapkan di seluruh daerah Indonesia yang menjadi Destinasi Super Premium yang sama seperti di Labuan Bajo.

Dia mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan atau minimal mengurangi kefatalan di dalam bencana.

“Bayangkan jika kita tidak mempersiapkan diri maka akan berakibat lebih fatal. Keselamatan tidak dapat digangu gugat oleh siapapun tetapi terkadang manusia harus disadarkan dan diberikan pengertian bahwa ada bahaya. Oleh sebab itu, kita saat ini akan melakukan persiapan-persiapan supaya bilamana tiba saatnya untuk melakukan simulasi tentang keselamatan dan keamanan bencana maka kita sudah siap,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Wagub Josef menyampaikan bahwa di dalam mitigasi unsur-unsur yang terkait kita saling kolaborasi dengan BMKG dan kita wajib mengikuti informasi yang diberikan BMKG karena hal tersebut merupakan tugas dan fungsi dari BMKG serta sebelum dimulainya simulasi ini kita di daerah ditugaskan untuk memetakan dimana ada tempat-tempat untuk meletakan tanda-tanda evakuasi yang berstandar internasional.

“Kita juga akan merapatkan dan merumuskan secara jelas apa yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Manggarai Barat, dan apa yang dilakukan pemerintah pusat agar tercipta kolaborasi dan sinkronisasi.

Kita diminta oleh pemerintah pusat agar menyiapkan sinyal-sinyal yang ada memenuhi standar internasional dan minimal tertulis dalam 6 bahasa internasional serta dibutuhkan juga SDM yang cerdas serta memiliki kopentensi,”jelasnya. (HT/Biro Humas dan Protoko Setda Provinsi NTT)