Pemprov NTT akan Bangun Pabrik Pakan di Sumba Tengah

oleh -84 views

Suara-ntt.com, Waibakul-Rencana Pemerintah Provinsi NTT bahwa pada tahun 2021 mendatang akan membangun pabrik pakan di Kabupaten Sumba Tengah. Hal itu dilakukan untuk mendukung program tanam jagung panen sapi (TJPS) yang lagi gencar digelorakan oleh pemerintah setempat.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, program TJPS adalah bagian penting untuk membebaskan daerah Sumba dari kemiskinan. Dimana jagungnya dijual sementara batangnya akan dibuat untuk pakan ternak. Dengan demikian, pakan ternak tidak didatangkan dari luar NTT lagi.

“Tahun depan (2021) kita siapkan pabrik pakan ternak dan tempatnya di Sumba Tengah. Jika sudah ada pabriknya dan beroperasi lalu kita siapkan benih babi. Kemudian tahun 2023 kita harus bisa mendatangkan anakan babi sampai satu juta. Kalau harga anakan babi satu ekor satu juta rupiah berarti kita butuh uang satu triliun rupiah”.

“Kita anggarkan mulai tahun depan sampai tahun 2023. Dan pemerintah provinsi akan berkolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten se-daratan Sumba agar seluruh rantai pasok untuk pariwisata di Sumba berasal dari masyarakat di sini,”katanya saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Umbu Pabal Kecamatan Umbu Ratu Nggai, Sumba Tengah, Senin (7/9/2020).

Selain kata dia pihaknya telah mengajukan proposal kepada presiden untuk pendirian Politeknik Pariwisata di Sumba Tengah dan juga telah bersurat ke Menteri Pariwisata.

“Nanti bapa bupati tolong siapkan lahan, supaya kita bangun politeknik ini. Kita ingin mendukung penyiapan dan pengembangan sumberdaya manusia berkualitas untuk pariwisata di Sumba yang sudah mendunia,”ungkapnya.

Dia mengatakan, pulau Sumba merupakan pulau terindah di dunia. Namun Sumba secara keseluruhan juga punya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. Dimana tingkat kemiskinan di Sumba seturut data statistik juga paling tinggi untuk NTT. Karena itu perlu upaya ekstra agar pulau ini maju menuju sejahtera.

“Ini tantangan buat Sumba. Saya tidak mau Sumba seperti ini terus. Tadi saya bersama dengan para bupati se-daratan Sumba, minus kaka Niga (Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole) sepakat untuk bekerja lebih keras. Saya punya komitmen sebagai gubernur tidak mau Sumba miskin dan tertinggal seperti ini terus,”bebernya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Viktor terus memotivasi para bupati se-daratan Sumba untuk bekerja sama agar Sumba menjadi pulau yang sukses dan makmur. Hal ini jadi tanggung jawab gubernur dan para bupati untuk bekerja lebih serius dan dalam periode kepemimpinan masing-masing.

“Saya mau di bawah pemerintahan saya, tidak boleh Sumba alami masalah besar dengan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Terima kasih pak Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kita akan siapkan kolaborasi yang baik di pulau ini. Berapa anggaran tiap kabupaten di Sumba dan Provinsi juga mendukung porsi anggaran yang lebih besar. Kita buat apa, langsung harus jadi. Pulau ini harus panen terus hasil pertanian sebanyak mungkin sepanjang tahun,”jelasnya.

Lebih lanjut VBL mengajak semua pemangku kepentingan harus menyatukan tekad untuk merubah keadaan di Sumba. Semua harus kerja baik itu para Maramba (tokoh masyarakat), TNI/POLRI, Gereja, anak-anak muda, semuanya harus terjun ke lapangan.

“Kita harus pastikan semua punya mimpi yang sama, dari Sumba Timur sampai Sumba Barat Daya. Kita ingin bangun ini pulau. Jangan takut hitam turun lapangan. Supaya kalau buka data atau buku kemiskinan lagi, nama Sumba sudah tidak ada. Dan ini semua harus dikerjakan dengan cara tidak biasa, bukan dengan cara biasa. Tidak mungkin dengan cara bupati lebih banyak di kantor selama lima hari, tapi harus lebih banyak turun lapangan,”ujarnya.

Dia juga meminta agar masyarakat untuk tidak jual tanah di pinggir pantai.

“Jangan jual, nanti kita sudah punya listrik sendiri. Orang semua datang. Kita boleh punya banyak binatang, tapi kalau tanah dijual dan orang bangun hebat-hebat, kita tidak bisa buat apa-apa. Tolong jangan jual tanah,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Sumba Tengah, Paul S.K Limu mengungkapkan kebijakan Gubernur untuk jadikan Sumba Tengah sebagai tempat pencanangan program TJPS di NTT menuju 40 ribu hektar merupakan motivasi dan energi besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah empat kabupaten di pulau Sumba.

“Terima kasih karena Pemerintah Provinsi telah membantu 10 traktor besar untuk penyiapan lahan tanam ini. Kami telah menyiapkan grand desain untuk TJPS tahun 2021 dengan beberapa kegiatan yaitu identifikasi calon petani, calon lahan, kepastian titik air, pembangunan 100 titik sumur bor, optimalisasi sumber air seperti sungai dan embung. Ini semua bagian dari tekad kami untuk jadikan Sumba Tengah sebagai Kabupaten Benih,”ungkapnya.

Untuk diketahui luas lahan tanam yang sudah disiapkan adalah 10 hektar dari 3.500 hektar lahan yang ada di tempat tersebut. Untuk mengoptimalisakan pemanfaatan lahan seluruhnya akan dibangun 50 sumur bor oleh Pemerintah Provinsi di tempat tersebut. Total alokasi lahan TJPS untuk Sumba Tengah seluruhnya adalah 11 ribu hektar dengan potensi produksi 500 ton.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi para bupati se-daratan Sumba mendemonstrasikan cara mengendarai traktor. Selain itu juga melakukan penanaman simbolis benih jagung pada lahan siap tanam. (Hiro Tuames/Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)