Udang dan Ikan NTT sangat Diminati Negara Eropa dan Amerika

oleh -29 views

Suara-ntt.com, Oelamasi-Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi perikanan yang luar biasa harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Selain mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada tetapi harus mampu mengelolanya dengan baik. Apalagi udang dan ikan yang ada sangat diminati oleh negara-negara Eropa dan Amerika.

“Orang NTT harus bisa belajar dengan baik dalam pemanfaatan potensi laut dan juga harus cerdas dalam mengelola sektor perikanan. Karena hasil laut kita ini sangat luar biasa diantaranya udang dan ikan. Hasilnya nanti harus bisa disesuaikan dengan standar ekspor serta aman dikonsumsi karena udang dan ikan kita ini sangat diminati pada pasar ekspor kita baik di negara-negara Eropa maupun Amerika,”katanya ketika mengunjungi Lokasi Industri Pengelolaan Udang dan Ikan di UD Barakah Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (29/8/2020).

Untuk mendukung pengembangan sektor perikanan di NTT maka pihaknya akan memberikan pelatihan budidaya udang agar menghasilkan produksi yang maksimal.

“Kita juga akan beri pelatihan budidaya udang yang baik supaya menghasilkan yang produktif. Untuk pelatihan kita kerjasama dengan Poltek Kupang. Selain itu ada beasiswa kepada sekolah yang diprioritaskan bagi anak-anak nelayan agar mereka harus belajar menjadi pintar,”ungkapnya.

Dikatakan, orang NTT sebenarnya hebat dan cerdas hanya selama ini masalahnya kurang diberi kesempatan untuk berbuat.

“Pada kesempatan ini saya minta harus bisa manfaatkan laut karena SDM kita juga banyak yang hebat,”ujarnya.

Menteri Edhy juga memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang sudah membuat terobosan dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Nusa Tenggara Timur.

“Jika semua provinsi punya Gubernur seperti pak Viktor ini maka saya yakin Indonesia cepat sekali majunya khususnya di bidang kelautan dan perikanan. Kalau saya lihat sebelum kami datang ke sini, beliau sudah membuat langkah-langkah percepatan pembangunan selama menjelang dua tahun jadi gubernur dan sudah mengarah pada pengembangan sektor kelautan dan perikanan salah satunya adalah pengembangan budidaya ikan kerapu dan saya lihat ini sudah pada tindakan yang paling benar,”jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya memberikan bantuan satu unit eksavator kepada masyarakat setempat untuk pembuatan lahan tambak.

“Untuk itu kita mau agar nanti satu hektar lahan bisa menghasilkan 40 ton udang per tahun bahkan lebih. Jika 20 ton per tahun saja sudah sangat baik. Untuk itu modalnya juga kita bantu dari Badan Layanan Umum,” bebernya.

Dalam kesempatan itu Menteri Edhy mengatakan akan membantu mengatur batas wilayah kapal dari luar yang selama ini menurut masyarakat setempat sangat meresahkan dengan turut mengambil ikan di wilayah yang dimanfaatkan nelayan. Selain itu akan memberikan bantuan kapal tangkap bagi beberapa nelayan di Kelurahan Merdeka.

Sementara itu, Pemilik UD Barakah Amos Hareva mengatakan kualitas udang NTT sangat bagus dan berkualitas.

“Udang kita dari NTT ini sangat berkualitas karena laut kita ini masih bersih dan tidak terkontaminasi. Saya juga berharap agar ditahun ini kami (UD Barakah) bisa kembali melakukan ekspor udang yang terhenti sejak akhir tahun 2014,” ujarnya.

Dia meminta agar didukung dengan penambahan tempat penampungan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi. “Kami juga minta bantuan berupa sumur bor karena selama ini dalam pengelolaan produksi kami masih menggunakan air tangki yang didatangkan dari Tarus. Karena airnya sudah masuk dalam standar kelayakan proses pengolahan udang dan ikan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut juga ditandai dengan Penyerahan Sertifikat Kelayakan Pengolahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Kepada UD Barakah.

Kunjungi Lokasi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air

Pada kesempatan itu Menteri Kelautan dan Perikanan dan Gubernur NTT bersama rombongan juga mengunjungi Budidaya Ikan Sistem Bioflok di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo dihadapan kelompok masyarakat mengatakan Budidaya Ikan Sistem Bioflok ini sebagai pijakan awal dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ini baru awalan dan kita harap dengan ini maka bisa benar-benar dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi bapak dan ibu sekalian. Saya lihat bioflok ini sudah baik mulai dari pembibitan hingga perawatannya”.

“Komitmen kami dari Kementerian Kelautan dan Perikanan atas perintah bapak presiden untuk terus membangun sektor budidaya perikanan dan juga membangun komunikasi dengan nelayan. Nelayan itu adalah kita semua yang mengurusi budidaya perikanan dan masyarakat pesisir pantai. Kami siap bantu setiap saat. Kita harus semangat, NTT punya potensi sumber daya alam yang dari laut harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,”ujarnya.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengajak mahasiswa Prodi Perikanan Universitas Nusa Cendana Kupang yang hadir untuk bisa belajar dan paham soal pengelolaan ikan budidaya bioflok.

“Saya mau ilmu itu bukan hanya dipelajari sebagai teori, tetapi harus pakai ilmunya untuk praktek agar ketika turun di tengah masyarakat ada hasilnya. Kemudian harus dikembangkan dengan baik budidaya ikan sistem bioflok ini dan hasilnya harus bagus. Itu baru dikatakan mahasiswa yang berkompeten dan ahli dibidangnya,” jelas Viktor. (HT)