Pemprov akan Kuncurkan Anggaran Rp 100 Miliar untuk Pengembangan Pertanian di NTT

oleh -58 views

Suara-ntt.com, Oelamasi-Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian dan perkebunan di NTT maka pada tahun 2021 mendatang Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan mengalokasikan anggaran sebesar 100 miliar.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Bupati Kupang, Korinus Masneno ketika melakukan panen padi perbenihan di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang dalam rangka mendukung revolusi 5 P Kabupaten Kupang untuk mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera, Rabu (12/8/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, perlu terobosan yang luar biasa, kerja keras dan kerja sama semua elemen dalam mensukseskan pengembangan pertanian di NTT.

Dirinya mengapresiasi Revolusi 5 P Pemda Kabupaten Kupang yang menjadi spirit nyata dalam membuat perubahan dan terobosan besar dalam memajukan sektor-sektor pembangunan khususnya dalam bidang pertanian dan perkebunan yang merupakan potensi terbesar yang dimiliki oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Saya apresiasi revolusi 5 P Pemerintah Kabupaten Kupang. Artinya ada keseriusan untuk berkerja di Kabupaten Kupang. Perlu gerakan besar-besaran dari semua stackholder mulai dari bupati dan jajaran, camat, para Kades serta masyarakat untuk turun bekerja dan meraih hasil sukses,”ungkapnya.

Dijelaskanya bahwa anggaran Rp 100 miliar itu bukanlah nilai yang kecil dan kucuran dana tersebut terbesar sepanjang sejarah Pemprov NTT dalam mensukseskan pertanian di NTT.

Dia berharap semua elemen mendukung dan siap berkerja keras, kerja nyata dalam mensukseskan program pertanian baik persawahan maupun pertanian lainya termasuk program tanam jagung panen sapi.

Viktor mengakui bahwa saat ini pengembangan pertanian di NTT masih belum maksimal karena semangat untuk tanam, bahkan dukungan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah namun sering mengalami gagal panen. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus di atasi dan perlu dukungan semua pihak termasuk akademisi.

“Kita punya Undana dan Politani Kupang yang mempunyai ilmu bidang pertanian sehingga kita bisa bekerja sama kedepan. Kita harapkan ilmu yang ada di kampus dan dimiliki oleh mahasiswanya dapat diterapkan dengan baik di masyarakat. Kalau bisa sebelum diwisuda, para mahasiswa pertanian harus turun di masyarakat dan melakukan pendampingan di lahan-lahan milik masyarakat,”katanya.

Dalam kesempatan itu dia sangat yakin dengan semangat dan kesungguhan hati dalam bekerja akan ada hasil yang dituai. Para petanipun dihimbau untuk menanam dan merawat tanaman dengan penuh cinta kasih, bukan hanya berkerja keras tetapi bekerja dengan hati sehingga setiap tahun benih memberikan hasil yang memuaskan.

Ia berpesan agar para petani di NTT menyiapkan perencanaan yang baik dan dapat mengusulkan kebutuhannya kepada pemerintah untuk dibantu baik dari dana pusat maupun dari daerah.

“Presiden kita cinta masyarakat NTT, silahkan buat perencanaan dan pengusulan kebutuhan yang ada akan kita sampaikan di pusat untuk dapat dibantu baik melalui anggaran pusat maupun daerah,”pintanya.

Sementara itu Bupati Kupang, Korinus Masneno dalam sekapur sirihnya menyatakan rasa terima kasih atas dukungan dan motivasi Pemerintah Provinsi NTT terutama dari Gubernur NTT dalam memajukan pertanian di NTT khususnya di Kabupaten Kupang.

Dijelaskan, pertanian merupakan salah satu bidang dari program revolusi 5 P Pemkab Kupang, yakni bekerja secara revolusioner pada bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pariwisata.

“Kehadiran Gubernur memberikan semangat dan energi luar biasa untuk kami bangkit dan bekerja lebih serius dan menjadi lebih baik. Terima kasih pak Gubernur,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, lewat revolusi 5 P besar harapannya agar masyarakat Kabupaten Kupang terus berjuang dan menata kehidupan yang lebih baik.

“Kita tidak bisa duduk dan berpangku tangan dengan kesulitan yang ada. Tapi kita harus berjuang dan perlu ada langkah pertama untuk menuju maju dan sejahtera,”pungkasnya

Sementara itu Pengawas Benih Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Nelson Edison Bulan dalam penjelasannya mengatakan, luas lahan penanaman benih yang dipanen secara keseluruhan adalah 157 Ha dan dipanen menjadi calon benih seluas 73,5 Ha.

Dijelaskan, lahan ini dikelola oleh Syarifudin sejak tahun 2018 dan berkerja sama dengan 3 kelompok tani dari Desa Kauniki diantaranya Kelompok Tani Sepakat Sakti, Poktan Tekad Maju dan Poktan Puin Mat. Perbenihan yang diproduksi jelas Nelson telah disertifikasi dan melewati proses pengujian di Laboratorium UPT dan dicetak sesuai dengan stoknya masing-masing.

Proses produksi benih dilahan seluas 73,5 Ha direncanakan sebesar 441 ton dengan asumsi produksi 6 ton/hektar. Setelah dipanen, jelasnya lahan ini akan dilanjutkan dengan penanaman benih jagung guna mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) seluas 50 Ha. (HT/Humas dan Protokol Setda Kabupaten Kupang)