Pemprov Berkomitmen, 2021 Pariwisata NTT Sudah Pulih dan Normal

oleh -23 views

Suara-ntt.com, Kupang- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen bahwa pada tahun 2021 mendatang pariwisata NTT sudah benar-benar pulih dan normal kembali.

“Kita harus berkomitmen bahwa di tahun 2021 mendatang pariwisata NTT sudah benar-benar pulih dan normal sebagaimana mestinya bahkan mengalami lonjakan”, kata Wakil Gubernur NTT, Josep A. Nae Soi ketika menyampaikan pidato radio Gubernur NTT pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Sabtu (15/8/2020).

Untuk itu Wagub Nae Soi mengharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Provinsi NTT, melalui intervensi program dan kegiatan yang ada dapat mendukung pelaku industri pariwisata agar dapat bertahan dan produktif dalam kondisi ini.

“Mulai dari sekarang kita harus menjamin ketersediaan rantai pasok atau supply chain yang menunjang pariwisata secara mandiri dengan mengurangi pasokan dari luar NTT. Kita harus mempersiapkan ketersediaan bahan baku, khususnya dari sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan yang berbasis industri dan perdagangan,”ungkapnya.

Dia mengatakan, hal lainnya yang harus disiapkan dan dibenahi dalam mendukung pariwisata adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penciptaan keamanan dan kenyamanan, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dari segi higenis, seperti ketersediaan dan kelayakan toilet, air bersih dan manajemen persampahan yang baik.

Seperti yang ketahui bersama bahwa pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi covid-19 ini. Di berbagai belahan dunia industri pariwisata paling pertama terpengaruh negatif sejak diterapkan kebijakan penutupan wilayah. Dan menurut prediksi beberapa ahli ekonomi bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang akan terakhir pulih.

Terhadap kondisi ini, sejak pertengahan Juni 2020 lalu, Pemprov NTT dengan didukung para pelaku industri pariwisata telah melakukan suatu loncatan yang berarti dengan memanfaatkan gerakan new normal untuk mengaktifkan kembali pariwisata NTT sebagai langkah awal untuk pemulihan.

“Langkah ini kita lakukan dengan tujuan untuk mengirim sinyal ke seluruh penjuru dunia bahwa pariwisata NTT sudah siap untuk menerima kunjungan, tentunya dengan jaminan keamanan dan kenyamanan wisatawan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat, namun tidak mengurangi unsur pleasure atau kesenangan,”ujarnya.

Dikatakan, untuk mengembangkan pariwisata estate berbasis komunitas, Pemprov NTT sementara melakukan penataan destinasi wisata unggulan NTT, meliputi pembangunan infrastruktur penunjang berupa home stay, cottage dan restaurant pada tujuh lokasi pariwisata estate, yaitu Pantai Liman, Kabupaten Kupang; Desa Wolwal, Kabupaten Alor; Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao; Lamalera di Kabupaten Lembata; Koanara di Kabupaten Ende; Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Pramaidita di Kabupaten Sumba Timur.

Ketujuh destinasi pariwisata estate tersebut lanjutnya semuanya telah diresmikan pada pertengahan tahun 2020 ini.

“Saya minta pemerintah daerah di ketujuh destinasi pariwisata estate tersebut untuk meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi serta mempersiapkan masyarakat dalam rangka kesinambungan pengelolaannya,”imbuhnya.

Lebih lanjut kata dia, pola pikir juga harus diubah, bahwa pengelolaan destinasi wisata tidak semata-mata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi lebih mengedepankan peningkatan ekonomi masyarakat. Apabila telah tersedia sarana prasarana penunjang di 7 (tujuh) lokasi destinasi wisata tersebut, maka tugas pemerintah kabupaten setempat adalah menyediakan infrastruktur penunjang lain, seperti jalan, air bersih, listrik dan komunikasi serta memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menjadi pemilik atas obyek wisata tersebut.

Selain itu perbanyak atraksi atau festival yang disertai dengan narasi-narasi yang memikat wisatawan serta menghasilkan produk lokal setempat dengan kualitas terbaik, menarik dan memiliki cita rasa serta nilai ekonomi yang tinggi. (Hiro Tuames)