NTT Dapat Bantuan Lima Unit Kenderaan Penyemprot Disinfektan dari KLHK

oleh -34 views

Suara-ntt.com, Jakarta-Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan bantuan lima unit kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan.

Kelima kenderaan itu beserta tanki pengisinya sudah tiba di Kota Kupang, NTT dan diterima oleh Kepala Bidang Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Rudi Lismono.

Bantuan itu merupakan hasil kerja sama anggota DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Hadirnya kendaraan disinfektan roda tiga ke NTT ini merupakan bentuk konkrit perjuangan dan kerja sama saya sebagai Anggota DPR RI Komisi IV dan Ditjen PSLB3 KLHK,” ungkap Yohanis Fransiskus Lema secara virtual pada Senin, (10/8/2020).

Ansi Lema mengatakan, awalnya pada 4 Juni 2020 dirinya bersama KLHK menggelar sosialisasi penanganan dan pengolahan limbah B3 infeksius Covid-19.

Sosialisasi yang diadakan secara virtual tersebut melibatkan sejumlah pihak, yaitu Dinas LHK Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Rumah Sakit Rujukan Covid RSUD Prof Dr. W Z Yohannes Kupang dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Kupang.

Dikatakan, pada waktu itu KLHK mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 02 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius Covid-19 sebagai bentuk respon KLHK agar tidak terjadi penularan penyakit akibat tidak ditanganinya secara baik limbah infeksius Covid-19.

“Sebagai solusi nyata mencegah munculnya pandemi baru yang berasal dari limbah Covid-19, saya mendesak agar KLHK memberikan sejumlah bantuan konkrit guna mengatasi limbah Covid-19,”ungkap politisi PDI-Perjuangan ini.

Saat itu kata dia, KLHK hanya menyanggupi adanya empat jenis bantuan sarana dan prasarana untuk NTT.

Pertama, drop box limbah B3 fasyankes sebanyak 35 unit.

Kedua, plastik pengumpul limbah B3 fasyankes sebanyak 7.000 lembar.

Ketiga, alat Pelindung Diri (APD) petugas pengelola limbah B3 fasyankes sebanyak 200 paket.

Keempat, kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan dan tanki sebanyak 5 unit.

Lebih lanjut kata dia, bantuan yang baru tiba di NTT adalah bantuan yang terakhir. Sedangkan tiga bantuan lainnya dalam proses pengiriman dan akan segera tiba.

Semoga bantuan lima unit kendaraan penyemprot disinfektan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk menjaga dan menekan penularan penyakit Covid-19 di NTT.

“Kita harus bersama-sama melawan penyebaran Covid-19 sebagai penyakit turunan yang bisa ditimbulkan dari limbah infeksius”.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya, Dirjen PSLB3 Ibu Rosa Vivien Ratnawati yang telah memberikan bantuan dan perhatian untuk masyarakat NTT,”pungkasnya.***