Saat Ini Modal Inti Bank NTT Sebesar Rp 1,7 Triliun

oleh -24 views

Suara-ntt.com, Kupang-Bank NTT mempunyai rencana dan mimpi besar untuk pemenuhan modal inti sebesar Rp 3 triliun di tahun 2024. Namun saat ini modal inti Bank NTT hanya Rp 1,7 triliun masih kekurangan dana sebesar Rp 1,33 triliun. Kekurangan itu harus dipenuhi paling lambat di tahun 2024.

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing mengatakan, kekurangan modal inti itu paling lambat sudah harus dipenuhi pada 2024, sehingga pemegang saham harus punya skenario untuk memenuhi kekurangan modal inti itu.

“Kita harus mempunyai skenario untuk memenuhi itu sampai 2024. Skenario yang kita sepakati adalah teman-teman dari kabupaten/kota akan menskenariokan berapa dana yang akan disertakan dengan pendekatan waktu RUPS Bank NTT di Labuan Bajo bulan Oktober 2019 lalu,”kata dia usai rapat pembahasan rencana pemenuhan modal inti Rp 3 triliun tahun 2024 pada PT. BPD NTT, sebagai pemenuhan POJK 12 tahun 2024 tentang konsolidasi Bank umum kepada wartawan di aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Kamis (6/8/2020).

Skenario yang disepakati bersama dengan Pemda Kabupaten/kota, menurut dia, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Labuan Bajo pada bulan Oktober 2019 lalu yakni 1 persen APBD dan 50 persen deviden.

“Ini menjadi sebuah rujukan bagi Pemda kabupaten/kota menskenariokan penyertaan modal hingga 2024,” jelasnya.

Pemerintah provinsi, jelas dia, menawarkan agar penyertaan modal disesuai dengan proporsi saham masing-masing daerah. Namun, jika itu yang dipakai, maka jumlah penyertaan modal akan bervariasi, sehingga disepakati yang sesuai RUPS.

“Ada kabupaten yang menolak. Karena jika pakai proporsi saham, maka ada kabupaten yang tidak mencapai 1 persen APBD,” ungkapnya.

Dia mengatakan jika hingga 2024 penyertaan modal tidal mencapai Rp 3 triliun, maka Bank NTT bisa menggunakan pihak ketiga (Eksternal) untuk menyertakan modalnya di bank tersebut.

“Untuk menghadirkan pihak eksternal tidak gampang, dan butuh proses panjang,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut disepakati pula jumlah penyertaan modal dari masing-masing kabupaten/kota harus disampaikan paling lambat 31 Agustus 2020, sehingga bisa dilakukan perhitungan oleh Bank NTT.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bank NTT, Alexander Riwu Kaho mengatakan semua stakeholders punya komitmen yang tinggi untuk Bank NTT makin bertumbuh.

Rapat itu dihadiri seluruh Sekertaris, Ketua DPRD, Kepala Bagian Keuangan se Kabupaten/kota dan Direksi Bank NTT

Menurut Kaho, dengan adanya penyertaan modal tentu memberikan keleluasaan kepada Bank memenuhi regulasi dan mengembangkan aktivitas bisnisnya

“Karena, ini sesuatu yang sangat bermanfaat, sesuatu yang sangat baik untuk kemajuan Bank, ” kata Riwu Kaho

Riwu Kaho menjelaskan kebutuhan modal inti mininum sesuai POJK sebesar Rp3 triliun. Sedangkan modal yang disetor hingga Desember 2019 sebesar Rp1,383 triliun, dan modal inti Bank NTT sebesar Rp1,767 triliun.

“Jadi masih kekurangan Rp 1,233 triliun,” kata Alex. (Hiro Tuames)