NTT Jadi Contoh Penanganan Covid-19 di Indonesia

oleh -79 views

Suara-ntt.com, Kupang-Wakil Gubernur NTT, Joseph A. Nae Soi mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diberikan predikat sebagai provinsi percontohan penanganan corona virus disease
atau covid-19 di Indonesia oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

“Semoga kedepan tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dan covid-19 bisa segera berlalu,”kata Wagub Nae Soi saat menyerahkan 1 ton beras untuk biara susteran OMJM di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Minggu (28/6/2020).

Dia mengajak para suster dan semua elemen masyarakat untuk terus berdoa agar NTT jangan sampai seperti yang terjadi di Spanyol yang terkenal dengan flu Spanyol mengakibatkan banyak korban meninggal.

“Spanyol memberikan pelajaran yang luar biasa kepada dunia bahwa jangan main-main dengan virus ini. Seperti di Italia, karena menganggap enteng virus ini lalu banyak orang meninggal dunia,” ujarnya.

Untuk diketahui perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terhadap lembaga keagamaan dan lembaga kesejahteraan sosial dalam hal ini panti asuhan di Provinsi NTT semakin nyata. Bantuan berupa beras ini dimaksudkan untuk menanggulangi para penghuni panti agar sanggup bertahap hidup karena terdampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 beberapa bulan terakhir.

“Saya harus beri hormat yang luar biasa kepada Suster pimpinan OMJM, karena Spanyol dan Kupang Muy Lejos (baca muy yehos) yang artinya sangat jauh, tetapi bisa datang dan berkarya di Kupang; ini luar biasa. Kami berterimakasih karena sudah membantu anak-anak Indonesia khususnya anak-anak di Kota Kupang agar bisa mengenal dunia dan kehidupan Tuhan Yesus,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Wagub NTT memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengorbanan dan perhatian pimpina Susteran OMJM yang telah memilih Kota Kupang sebagai tempat pelayanan dan pusat OMJM di Indonesia.

“Saya dan Pak Gubernur Viktor Bungtiku Laiskodat dan seluruh masyarakat NTT mengucapkan terima kasih atas pengabdian para suster yang telah meninggalkan keluarga yang jauh di Spanyol dan berbahkti di Kota Karang; Kota Kupang. Kalaa mau enak, maka suster jauh lebih memilih di Spanyol. Tetapi inilah pengorbanan yang luar biasa, dan beras satu ton ini sebagai tanda terima kasih dan semoga bisa membantu para suster di biara ini,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Beras di Manggarai dan Matim

Sementara itu, dalam kunjungan kerja (kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) wilayah Flores Barat khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur; Gubernur VBL juga menyempatkan diri untuk memberi bantuan berupa beras. Beras ini dibeli langsung dari para petani yang kini sedang memanen hasil mereka.

Di Kabupaten Manggarai, lembaga-lembaga yang mendapat bantuan berupa beras antara lain : Panti SLB Karya Murni Ruteng 400 kg, Yayasan Santu Damian Cancar 400 kg, Santu Arnoldus Ruteng 400 kg, Gereja Masehi Injili Timor Imanuel Ruteng 350 kg, Yayasan Santa Elisabeth Kelurahan Pau 400 kg, Panti Asuhan Somachang Ruteng 300 kg, Panti AsuhanWae Peca Ruteng 400 kg, Paroki Pagal 400 kg, Panti Asuhan Kasih Ruteng 400 kg, Yayasan Santu Rafael Balai Pengobatan Bunda SSpS, Panti Renceng Mose Ruteng 400 kg, Yayasan Insani Haji Daud Reo 400 kg dan GMIT Ephata Reo 350 kg.

Sedangkan di Kabupaten Manggarai Timur antara lain : Pondok Pesantren Al Qalam Tompong, Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Gloria Pota, Paroki Pota, Paroki Sok, Mesjid Darul Arham Telaga Pota, perwakilan orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. (HT/Valeri Guru Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)