UPTD Latihan Kerja NTT Beri Pelatihan Tata Boga Bagi Masyarakat Yang ‘Dirumahkan’ dan PHK

oleh -138 views

Suara-ntt.com, Kupang-Dinas Koperasi Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja memberi pelatihan tanggap covid-19 memasak (tata boga) kepada masyarakat yang dirumahkan,
korban pemutusan hubungan kerja (PHK), pedagang kecil yang terdampak covid-19 serta pencari kerja.

“Kegiatan itu sudah kita dilakukan sejak tanggal 18 Mei 2020 lalu. Dan pelatihan angkatan pertama sudah dilakukan sejak pandemi covid-19 bagi masyarakat yang terdampak.

Kemudian ada intervensi dari Kementerian Tenaga Kerja dan kami UPTD Latihan Kerja untuk melaksanakan pelatihan tanggap covid memasak,” kata Kepala UPTD Latihan Kerja Dinas Koperasi Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Sulistyo Ambarsari di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

Ambarsari mengatakan, peserta pelatihan dalam satu paket terdiri atas 16 orang dan pelatihannya selama 10 hari. Kemudian targetnya setiap paket harus menghasilkan 300 nasi box per hari. Karena satu hari ada dua paket sehingga targetnya menjadi 600 nasi box dan langsung dihibahkan kepada masyarakat.

Dikatakan, dengan pelatihan tersebut bisa membantu korban PHK, teman-teman yang dirumahkan dan pencari kerja. Dalam kondisi seperti sekarang para peserta pelatihan mendapat uang saku sebesar Rp 750 ribu.

“Kita berikan insentif berupa uang transport satu hari Rp 25.000 per orang dan juga diberikan uang saku Rp 500 ribu selama 10 hari sehingga mereka mendapat uang sebesar Rp 750 ribu,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, peserta yang paling banyak mengikut pelatihan itu adalah mayarakat yang sedang dirumahkan dan pedagang-pedagang kecil yang berjualan di sekolah-sekolah.

Untuk diketahui ada tiga orang instruktur yang memberi pelatihan dan kebetulan mereka sedang dirumahkan karena hotel dan restorantnya belum beroperasi.

“Harapan kita setelah ikut pelatihan ini mereka bisa meningkatkan ketrampilan dalam memasak dalam jumlah yang banyak”.

“Kemudian melakukan pelatihan ini, kita juga membantu mereka yang terdampak covid-19 meskipun mendapat insentif yang sangat kecil. Dan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah dan untuk masyarakat yang kesulitan dalam covid ini kita bisa bantu melalui nasi box ini,”ujarnya. (Hiro Tuames)