Dewan Kritik Bantuan Beras dari Gubernur NTT Yang Dinilai Masih Kurang

oleh -38 views

Suara-ntt.com, Kupang-Anggota DPRD Provinsi NTT, Viktor Mado Watun kritik bantuan beras 10 ton dari gubernur dan wakil gubernur kepada kelompok atau paguyuban di 22 kabupaten/kota.

Dia menilai bantuan beras dari pemerintah masih kurang dan harus ditambah. Selain itu harus dipikirkan lauknya seperti mie instan berapa dos dan telur berapa pan.

“Menurut saya kalau bantuan itu hanya 10 ton maka masih kurang harus ditambah lagi. Kemudian harus dipikirkan lauknya seperti apa. Masa orang hanya makan nasi tidak ada lauknya. Kami yang anggota DPRD saja bantu adik-adik mahasiswa lengkap mulai dari beras, telur, mie instan dan minyak goreng,”ujar mantan Wakil Bupati Lembata ini dalam rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Provinsi NTT, Selasa (23/6/2020).

Dikatakan, selama ini pemerintah hanya membantu masyarakat dengan memberi beras saja. Sedangkan yang lain tidak diberikan dan ini menjadi catatan yang harus diperhatikan.

Lebih lanjut kata dia, masyarakat di desa-desa sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah namun bantuan yang ada sangat terbatas sehingga ini menjadi pertimbangan tersendiri .

Pada kesempatan itu dirinya meminta Sekertaris Daerah Provinsi NTT agar bantuan beras dari gubernur dan wakil gubernur ke masyarkat dikaji lagi. Dengan pertimbangan selain bantuan beras mungkin ditambah dengan mie instan, telur dan minyak goreng.

“Pak sekda tolong disampaikan ke pak gubernur kalau bisa bantuan yang berikan jangan hanya beras saja. Mungkin ditambah
mie instan, telur dan minyak goreng,” bebernya.

Sementara Sekertaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing mengatakan, ada bantuan beras untuk setiap kabupaten/kota sebanyak 200 ton yang bisa digunakan bagi masyarakat yang terdampak covid-19.

Dikatakan, bantuan beras dari pemerintah provinsi berbeda dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang disediakan Kementerian Sosial sebanyak 200 ton untuk provinsi dan 100 ton untuk masing-masing kabupaten/kota.

Dijelaskan, pemerintah provinsi saat ini berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menggunakan cadangan beras pemerintah (100 ton per kabupaten/kota).

Berikut rekapan kabupaten/kota yang telah menggunakan cadangan beras pemerintah antara lain; Kabupaten Ngada jumlah CBP yang digunakan sebanyak 51,7 ton, Kabupaten Manggarai sebanyak 50 ton, Kabupaten TTU sebanyak 32,6 ton, Sumba Tengah sebanyak 100 ton, TTS sebanyak 59,2 ton, Manggarai Barat sebanyak 41 ton, Kota Kupang 100 ton, Sumba Barat Daya sebanyak 35 ton dan Kabupaten Sikka sebanyak 18,3 ton. (Hiro Tuames)