Penjual Daging Sapi di Pasar Inpres Kupang Meninggal Dunia karena Corona

oleh -37 views

Suara-ntt.com, Kupang-Penjual daging sapi di Pasar Inpres Naikoten Satu Kupang meninggal dunia karena positif terpapar corona virus atau Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. DR. W.Z Johanes Kupang, Selasa (13/5/2020) malam.

“Pasien ini adalah penjual daging Sapi di Pasar Inpres Kupang,”kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid- 19 NTT, Dr. Marius Jelamu kepada wartawan.

Marius mengatakan, pasien tersebut mulanya merasa sesak nafas dan memeriksa ke Puskesmas Bakunase dan Rumah Sakit Wirasakti. Karena memilki gejala yang tidak lasim, pasien tersebut langsung dirujuk ke RSUD W.Z. Johanes Kupang dan diambil Swab.

“Dia merasa sesak nafas dan periksa di Puskesmas Bakunase dan Wirasakti. Setelah itu baru ke RSUD Johanes untuk ambil Swab. Hasilnya dia positif dan dirawat,”ungkapnya.

Saat ini kata dia, yang perlu ditelusuri adalah dari mana pasien ini terjangkit dan dengan siapa dirinyabmelakukan kontak langsung. Dan paling berbahaya adalah penyebaran lokal atau transmisi lokal.

“Yang kita mau telusuri dari mana pasien ini terjangkit. Dan sekarang yang kita takuti penyebaran lokal atau transmisi lokal. Ini paling berbahaya. Kita tidak tahu tertular di mana. Bisa saja di mall, pasar atau di jalan. Sehingga Satgas Covid-19, sedang menelusuri dengan siapa pasien ini melakukan kontak,”ujarnya.

Pasien tersebut, rencananya akan dimakamkan besok hari (Rabu, 12 Mei 2020). Pemakamannya sesuai protokol Covid-19. Jenazah akan dihantar dari RSUD Johanes langsung ke tempat pemakaman.

“Besok dimakamkan sesuai protokol Covid-19,”kata Marius.

Marius berharap, masyarakat Kota Kupang dan NTT secara keseluruhan wajib mengindahkan protokol kesehatan. Wajib pakai Masker, mencuci tangan, menjaga jarak (sosial distancing) dan tetap di rumah.

“Jangan keluar-keluar tidak penting. Patuhi protokol kesehatan. Kita tidak tahu virus ini ada di mana. Orang yang tidak pernah melakukan perjalanan dari zona merah saja tertular. Tetap di rumah putuskan mata rantai dengan sosial distancing. Jangan main-main dengan protokol kesehatan,”tegasnya. (HT)