Ekonomi NTT Masih Didominasi Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

oleh -49 views

Suara-ntt.com, Kupang-Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, pada Triwulan I-2020 perekonomian NTT masih didominasi oleh sektor lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 27,15 persen.

“Kita di NTT sektor ekonomi yang masih dominan adalah pertanian, kehutanan dan perikanan. Selanjutnya diikuti oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan kontribusi sebesar 13,46 persen dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,19 persen,” kata Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus melalui virtual atau live streaming, Senin (04/05/2020).

Sitorus mengatakan, ekonomi NTT triwulan I-2020 dibandingkan dengan triwulan I-2019 tumbuh sebesar 2,84 persen.

Pertumbuhan ekonomi positif terjadi pada sebagian besar kategori lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas yaitu sebesar 14,50 persen. Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,49 persen dan Informasi dan Komunikasi sebesar 6,13 persen.

Namun demikian kata dia, terdapat beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan ini. Salah satunya adalah lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang mengalami kontraksi sebesar 7,64 persen.

Dikatakan, ekonomi NTT triwulan I-2020 dibandingkan terhadap triwulan IV-2019 mengalami kontraksi sebesar 7,62 persen. Dimana pada triwulan I-2020, sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi ekonomi akibat dari curah hujan yang rendah, serangan hama dan dampak penyebaran pandemi Covid-19 di NTT.

Salah satu lapangan usaha yang mengalami kontraksi yang terbesar yaitu lapangan usaha Konstruksi sebesar18,80 persen. Namun demikian, beberapa lapangan usaha masih mengalami pertumbuhan ekonomi
positif dimana pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 1,67 persen.

Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha Jasa Keuangan sebesar 1,20 persen dan lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 0,64 persen.

Dari sisi pengeluaran lanjutnya, komponen dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I-2020 dibandingkan dengan triwulan I-2019 adalah komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-
RT) sebesar 4,41 persen.

Diikuti oleh komponen Pengeluaran Pemerintah (PK-P) yaitu sebesar 1,53 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yaitu sebesar 1,19 persen, dan Impor sebesar 0,63 persen. Sementara komponen yang mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif yaitu Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 2,72 persen dan Ekspor sebesar 14,28 persen.

Lebih lanjut kata dia, struktur PDRB NTT menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I-2020 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (75,41 persen) yang mencakup lebih dari separuh PDRB NTT.

Sementara komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB NTT secara berturut-turut adalah PMTB (43,28 persen); Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (17,73 persen), dan Ekspor 7,29 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi LNPRT (3,34 persen) relatif kecil.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT triwulan I-2020 (y-on-y), maka Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 3,47 persen, diikuti Komponen PMTB sebesar 0,54 persen, dan Komponen PK-P sebesar 0,27 persen.

Dia juga menjelaskan, ekonomi NTT triwulan I-2020 terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q) berkontraksi sebesar 7,62 persen. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan negatif yang terjadi di seluruh komponen pengeluaran.

Dan komponen yang mengalami kontraksi paling tinggi adalah Konsumsi Pengeluaran Pemerintah (PK-P) sebesar 53,51 persen.(Hiro Tuames)