Bupati Rote Ndao Resmi Umumkan Dua ODP Dinyatakan Posetif

oleh -21 views

Suara-ntt.com, Ba’a-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu resmi mengumumkan dua orang dalam pemantauan (ODP) dinyatakan positif setelah mengikuti rapid test.

Paulina mengatakan, rapid test dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao sejak Sabtu, 04/04/2020. Dan rapid test tesebut diikuiti oleh 32 OPD yang telah menjalani pemantaun selama 14 hari.

”Sejak tanggal 4 April 2020 Gugus Tugas Covid-19 telah melakukan rapid test terhadap 32 ODP. Rapid test dilakukan pada hari ke 14. Dari rapid test yang dilakukan ada dua orang yang positif.

Perlu dipahami bahwa dalam rapid test positif ini telah terbentuk sistem kekebalan tubuh yang mungkin terbentuk sebagai reaksi terhadap virus corona pada dua ODP ini,” kata Paulina dalam siaran pers yang ditayangkan pada plarform Facebook dan Youtube, Sabtu, (11/04/2020) malam.

Untuk menekan resiko penyebaran maka dua ODP tersebut akan diisolasi pada fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Pemda Rote Ndao.

Dikatakan, sejauh ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua ODP tersebut. Pemeriksaan lanjutan itu adalah polymerase chain reaction (PCR).

” Untuk melokalisir penyebaran Covid-19 maka Gugus Tugas telah mengkarantina semua keluarga dan kerabat dalam saru rumah dari dua ODP itu sehingga kondisi kesehatan bisa dipantau secara teratur oleh tenaga kesehatan,” ujarnya.

Larang Masyarakat ke Kota Kupang

Pada sisi lain Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bulu menghimbau dan meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar daerah khususnya ke Kota Kupang. Hal itu dilakukan sebagai langka preventif pasca Kota Kupang masuk zona merah penyebaran Covid-19. Keputusan itu juga diperkuat pasca dua ODP di Kabupaten Rote Ndao ini dinyatakan positif.

Paulina mengatakan, secara geografis Kabupaten Rote Ndao sangat dekat dengan Kota Kupang. Hal itu perlu ditanggapi secara serius untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus.

”Kita tahu sejak Pemerintah Provinsi NTT menjadi zona merah sejak tanggal 9 April 2020 dimana ada satu orang positif covid-19 di Kota Kupang. Oleh karena kedekatan geografis Rote Ndao dan Kota Kupang maka penyebaran Covid-19 di Kupang harus kita ditangani secara serius,” kata Paulina.

Dia secara tegas meminta warga Rote Ndao untuk tidak melakukan perjalanan dari dan ke Kota Kupang. Hal itu sebagai wujud kasih sayang terhadap orang-orang atau keluarga yang hendak dikunjungi.

”Saya meminta meminta bapak/mama dan basaudara semua untuk tidak melakukan perjalanan dari Rote Ndao ke Kupang maupun sebaliknya. Itu adalah wujud kasih sayang kita kepada keluarga dan kerabat yang hendak kita kunjungi. Kalau kita melakukan perjalanan maka besar kemungkinan corona virus ikut melakukan perjalanan sebagai akibatnya orang-orang terkasih yang kita jumpai bisa terjangkit covid-19,” jelasnya. (HT)