Manajemen Klinik King Care Peduli dan Bagi Masker Gratis ke Awak Media di Kupang

oleh -40 views

Suara-ntt.com, Kupang-Manajemen Klinik King Car Kupang secara sukarela membagikan masker secara gratis kepada sejumlah awak media di Kota Kupang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat dan pekerja media di Kota Kupang.

Apalagi saat ini hampir seluruh bangsa di dunia termasuk Indonesia terpapar corona virus atau Covid-19. Tidak dipungkiri bahwa masker menjadi salah kebutuhan utama masyarakat khususnya pekerja media guna mencegah penularan virus mematikan tersebut.

Benda ini sedang diburu di mana-mana, bahkan harganya meroket di beberapa tempat. Di beberapa tempat lainnya masker justru sulit diperoleh masyarakat.

Pimpinan Klinik King Care Kupang dan Majalah Kesehatan Medika Star, dr.Ekky Gonang sangat peka melihat
kondisi ini dan berinisiatif memproduksi masker kain.

Untuk diketahui, masker kain ini terdiri dari dua jenis yakni masker kain 2 lapis dengan komposisi 1 lapis kain dan 1 lapis filter kasa. Kemudian masker kain 3 lapis dengan komposisi 1 lapis kain dan 2 lapis filter kasa.

Selain masker itu untuk dijual ke masyarakat umum juga dibagikan secara gratis khusus bagi semua jurnalis di Kota Kupang.

dr. Eky Gonang menjelaskan, media massa memiliki peran yang sangat penting dalam ‘perang’ melawan berbagai penyakit, termasuk Covid-19.

Hal ini mengingat media massa hadir dan memberikan informasi-informasi kesehatan yang sifatnya promotif-preventif demi menjaga agar orang sehat tetap sehat.

“Jadi saat ini, upaya promotif dan preventif merupakan hal yang sangat penting demi menjaga agar orang sehat tetap sehat, tentunya tanpa mengabaikan sisi kuratif. Nah dalam kaitannya dengan upaya promotif preventif inilah wartawan memiliki peranan yang besar. Sebab melalui merekalah informasi-informasi kesehatan yang edukatif dapat diperoleh masyarakat,”katanya di Klinik King Care Kupang, Selasa (31/03/20).

Dia mengatakan, sebenarnya yang berada di barisan terdepan dalam ‘peperangan’ melawan penyakit, termasuk Covid-19 adalah masyarakat sendiri.

“Jika masyarakat mampu mencegah penyakit Covid-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam hal ini mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin, menjaga jarak satu sama lain, berdiam di rumah untuk sementara waktu, serta menerapkan perilaku batuk dan bersin secara benar, maka rantai penularan penyakit itu bisa diputuskan. Bagaimana masyarakat dapat memperoleh informasi tentang semuanya itu, di situlah para jurnalis berperan,”ungkapnya.

“Jadi sudah seharusnya kondisi kesehatan teman-teman jurnalis ini diperhatikan dan dijaga. Bayangkan jika semua jurnalis sakit, tentu masyarakat tidak akan ada yang memperoleh informasi, termasuk informasi mengenai covid-19 secara benar dan tepat dari sumber yang terpercaya,” sambung dr. Eky.

Tujuan dari semua ini adalah dimana kondisi bangsa Indonesia yang tengah dilanda wabah covid-19, para jurnalis paling tidak mendapat sedikit perlindungan dengan menggunakan masker.

“Dalam pemberitaan, termasuk pemberitaan mengenai Covid-19, mobilitas teman-teman jurnalis ini cukup tinggi. Setiap hari harus turun lapangan dan berhadapan dengan narasumber dari berbagai kalangan, baik itu pejabat, tenaga kesehatan di rumah sakit, dan masyarakat luas, bahkan mungkin ODP. Kondisi ini membuat mereka cukup rentan terkena covid-19 sehingga paling tidak dengan menggunakan masker mereka sedikit memperoleh perlindungan,” ujarnya

Selain memberikan masker, dr. Eky menitipkan pesan kepada para jurnalis untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dalam hal ini dengan mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin, menjaga jarak satu sama lain, serta menerapkan perilaku batuk dan bersin secara benar.

“Jika selesai liputan dan pulang ke rumah, kalau bisa teman-teman jurnalis langsung mencuci tangan, semua pakaian yang digunakan seharian langsung dipisahkan bila perlu langsung dicuci, dan langsung mandi. Ini perlu kita lakukan demi mencegah agar kita tidak membawa virus ke rumah kita yang dihuni oleh orang-orang yang kita cintai,” katanya.

Lebih jauh, dr. Eky juga mengatakan, saat ini Klinik King Care tengah memproduksi Handsanitizer yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Jika telah selesai produksi, maka Handsanitizer ini juga akan dibagikan secara gratis untuk semua jurnalis dari berbagai media di Kota Kupang. (Hiro Tuames/Humas Klinik King Car)