ODP Covid-19 di NTT Turun Jadi 80 orang

oleh -25 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan kembali merilis jumlah orang dalam pemantauan (ODP) corona virus atau covid-19 hingga Minggu (22/3/2020) berjumlah 101 orang. Dari jumlah tersebut 21 orang diantaranya telah selasai masa pemantauan dan dinyatakan negatif. Dengan demikian, jumlah ODP di NTT hanya sebanyak 80 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Dominikus Minggu Mere mengatakan, data yang dihimpun oleh pihak jumlah ODP terus mengalami kenaikan.

”Hingga saat ini kriteria orang dalam pemantauan ada 101 orang. Kalau kemarin kami laporkan ada posisi terakhir di 92 orang hari ini bertambah sebanyak 9 orang,” kata Mere didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka di Halaman Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Minggu, (22/03/2020).

Mere mengatakan, jumlah ODP saat ini ada 80 orang karena dari 101 ada 21 orang sudah selesai melakukan pemantauan. Ini sesuai notifikasi yang dikirimkan oleh Dinas Kesehatan dari Kabupaten dan Kota.

Dia merincikan Kota Kupang, 34 ODP , selesai pemantauan 10 orang, jumlah saat ini 24 orang, Kabupaten Lembata ada 2 orang, Kabupaten Manggarai Barat 12 orang, Kabupaten Kupang 2 orang, Kabupaten Sikka 26 orang, selesai pemantauan 11 orang sehingga jumlahnya menjadi 15 orang.

Kemudian Kabupaten Ende 2 orang, Kabupaten TTS 3 orang, Kabupaten Sumba Timur 2 orang, Kabupaten Belu 2 orang, Kabupaten Manggarai 5 orang, Kabupaten Alor 1 orang, Kabupaten Malaka 1 orang, Kabupatan Flores Timur 4 orang, Kabupaten Sumba Barat Daya 7 orang, Kabupaten Manggarai Timur 1 orang dan Kabupaten Manggarai 5 orang.

Menurutnya, ketersediaan Alat Perlindungan Diri (APD) sangatlah penting. Untuk hal ini, Gubernur NTT telah menyiapkan anggaran untuk mengadakan APD. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Kesehatan.

“Ada keluhan dari beberapa rumah sakit soal keterbatasan alat pelindung diri, viral transport media atau VTM, secara provinsi maupun nasional masih kekurangan. Kami sudah sampaikan permintaan ini ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Dikatakan, walaupun angka ODP terus mengalami kenaikan tetapi NTT masih negatif coronavirus.

“Walaupun NTT masih dikatakan negatif Covid-19. Namun melihat frekuensi kenaikan ODP, tetap harus diantisipasi dari sekarang,”pungkasnya. (Hiro Tuames)