Pemprov NTT Tutup Daerah Perbatasan Selama Dua Bulan ke Depan

oleh -33 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup pintu-pintu masuk ke Provinsi itu, khususnya di wilayah perbatasan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, akan menutup pintu-pintu masuk di wilayah perbatasan selama dua bulan ke depan.

“Seluruh pintu-pintu masuk, baik itu di Labuan Bajo, Sumba Barat Daya, dan pintu masuk darat di perbatasan RI-Timor Leste,” ungkap Gubernur Viktor saat menggelar rapat bersama sejumlah instansi terkait di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Senin (16/03/2020).

Menurutnya, prinsip dasarnya adalah selama dua bulan ke depan akan menutup untuk mengantisipasi virus corona tersebut.

“Untuk dua bulan ini kita perlu mengaantisipasi. Menahan dulu. Menahan untuk tidak masuk, daripada kita masuk di dalam isu besar itu. Dari pada penularan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kita pikir baik-baik,” tegasnya.

Dengan menutup selama dua bulan ke depan ini kata dia, untuk membatasi keluar masuknya orang di wilayah perbatasan.

“Kita harus membatasi sungguh-sungguh orang keluar masuknya di wilayah perbatasan. Untuk barang-barang kita tidak membatasi,” pungkasnya.

Untuk dua bulan ke depan itu tegas dia, terhitung sejak bulan April dan Mei. “Estimasi kita dua bulan. April sampai Mei, agar bisa nenahan diri,” tuturnya.

Ia bahkan menegaskan, jika ada orang yang datang dari Jakarta harus langsung diisolasi dini.

“Karena itu, saya minta seluruh ASN yang pergi ke Jakarta, begitu dia balik jangan langsung ke kantor. Dia di rumah selama dua Minggu sambil melihat perkembangannya,” ungkap Viktor.

Untuk Provinsi NTT tegas Viktor, informasi terkait virus corona harus datang dari dinas kesehatan.

“Seluruh masyarakat tidak boleh mengeluarkan informasi apapun. Jika ada yang keluar masuk rumah sakit, ada yang begini begitu, ini yang bermasalah. Untuk sementara kalau ada dugaan disampaikan kepada Kadis kesehatan. Biar tidak menakutkan semua orang,” tegas Laiskodat.

DPRD Dukung Langkah Pemprov

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Emi Nomleni mendukung langkah pemerintah provinsi itu dalam mencegah penularan virus corona.

“Sebagai DPRD NTT tentu kami mendukung sepenuhnya untuk mengambil langkah-langkah dalam hal pencegahan, menyiapkan segala sesuatu termasuk anggaran,” katanya.

Ia meminta agar semua pihak menjadi tim untuk menolong dan membantu masyarakat dalam memahami virus corona.

“Jangan sampai kita juga yang akan menjadi orang-orang yang membuat masyarakat itu jadi panik. Karena mereka sesungguhnya tidak mengerti apa itu virus corona,” harapnya

Ia juga menyambut baik langkah yang diambil dari pemerintah provinsi NTT itu untuk melakukan pencegahan dini.

“Itu untuk menolong masyarakat. Ini langkah yang tepat dari pemerintah provinsi,” ungkap Politisi PDIP itu

Sebagai pimpinan DPRD NTT kata Nomleni, pihaknya akan mengeluarkan surat untuk angota-anggota dewan agar saat melakukan reses tidak mengumpulkan orang di atas 50.

“Tetapi harus memberikan informasi kepada masyarakat terkait virus corona,” tuturnya

Menurutnya, kasus virus corona ini sudah menjadi menakutkan bagi semua orang. Sebab itu, ia berharap agar NTT tidak dimasuki oleh virus tersebut.

“Tetapi kalaupun ada, kita juga memberikan sepenuhnya di dalam upaya pencegahan sampai persoalan-persoalan corona ini diselesaikan,” ujar Nomleni.

NTT Masih Negatif Virus Corona

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini dilaporkan masih negatif dari Novel Coronavirus (COVID-19).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dalam laporannya mengatakan, NTT saat ini masih negatif penderita virus covid19.

Sebelumnya, ada tiga pasien yang dirawat di RSUD WZ Yohanes Kupang dengan kategori pemantauan. Setelah diuji sampelnya di laboratorium yang ada di Jakarta ternyata tiga pasien itu negatif.

“Saat ini juga sedang dirawat satu pasien di rumah sakit TC Hillers Maumere dan sudah diperiksa sampelnya akan dibawa ke Kupang hari ini untuk dikirim ke Jakarta. Kita berharap negatif karena bersangkutan dan isterinya pulang ke Lembata setelah dari London, Inggris,” ungkapnya.

Dominikus mengatakan ada juga satu orang pasien di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua. Namun, setelah diperiksa ternyata negatif.

“Sesuai keputusan Kepmenkes 169 tahun 2020 tentang RS Rujukan Penanggulangan penyakit Infeksi emerging (PIE) tertentu maka ada tiga rumah sakit di NTT yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan yaitu, RSUD Prof. W. Z. Yohanes Kupang, RSUD TC Hillers Maumere, RSUD Komodo Labuan Bajo,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain tiga rumah sakit itu, sesuai arahan Gubernur NTT maka NTT menetapkan dua rumah sakit daerah sebagai tempat rujukan penanggulangan penyakit Covid19 yaitu RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dan RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua.

“Saat ini kita juga sudah mempersiapkan peralatan, logistik dan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut, dan kita juga akan membangun tiga posko siaga Covid19 di NTT,” ujarnya. (HT/Tim)