Pemprov NTT Alokasikan 3.990 Unit Pemasangan Meteran Listrik Gratis

oleh -22 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT melalui dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi NTT tahun 2020 melakukan pemasangan meteran listrik gratis sebanyak 3.990 unit untuk 22 kabupaten/kota

“Tahun 2020 ini, kita programkan pemasangan meteran listrik gratis di 22 kabupaten/kota sebanyak 3.990 unit
Dan ini memang dititikberatkan kepada masyarakat yang kurang mampu di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T),” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Jusuf Adoe melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan, Hermanus Yoseph Beo Wea di ruang kerjanya, Senin (9/3/20).

Hermanus mengatakan, pemasangan meteran listrik gratis yang bersumber dari APBD I Provinsi NTT untuk 22 kabupaten/kota tanpa dipungut biaya.

“Pemasangan listrik gratis ini kita berkoordinasi dengan PLN untuk kejar target rasio elektrifikasi di NTT yang masih rendah”, ujarnya.

Dikatakan, khusus untuk tahun 2020 ini, Pemprov melalui Dinas ESDM Provinsi NTT mengalokasikan meteran listrik gratis di 22 kabupaten/kota yang dibiayai oleh APBD Provinsi NTT. Sementara untuk APBN selama ini langsung pada energi baru terbaharukan (EBT) khusus untuk daerah-daerah yang jaringan listrik PLN belum terjangkau.

Dijelaskan, sejauh ini ada beberapa kabupaten di NTT yang rasio elektrifikasinya masih rendah. Kabupaten-kabupaten itu antara lain; Kabupaten Manggarai Timur 62,50 persen, Kabupaten Sumba Timur 69,23 persen, Kabupaten Sabu Raijua 69,84 persen, Kabupaten Alor 71,43 dan Kabupaten Manggarai Barat 73,96 persen.

Sementara kabupaten yang rasio elektrifikasinya 100 persen adalah Kota Kupang dan Kabupaten Flores Timur.
Rata-rata kabupaten di daratan Flores minus Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Kabupaten Alor memang perlu banyak sentuhan program lagi untuk meningkatkan rasio elektrifikasinya. Sementara untuk kabupaten lainnya rasio elektrifikasinya sudah diatas 90-an persen.

Untuk Kabupaten Manggarai Timur khusus bagian Tengah jaringan PLN itu semuanya belum tersentuh. Hal itu disebabkan oleh medan atau topografinya yang begitu sulit untuk diakses. Selain itu kata dia, jarak antara satu rumah sama lain yang begitu berjauhan sehingga aksesnya begitu susah.

Ada 2.920 Desa di NTT Menikmati Listrik

Pada sisi lain Kepala Bidang Ketenagalistrikan, Hermanus Yoseph Beo Wea mengatakan, dari total 3.353 desa yang ada di NTT baru 2.920 desa atau 87,09 persen yang menikmati jaringan listrik. Dengan demikian, ada sekitar 12 persen lebih yang dikejar untuk program tahun 2020 dan 2021.

“Kalau tidak salah kita di tahun 2021 itu minimal sudah 100 persen masyarakat kita menikmati listrik,”pintanya

Dia menjelaskan, pemerintah daerah Provinsi NTT juga mengalokasikan 58 lampu jalan untuk kabupaten yang kawasannya tidak mampu dan daerah pariwisata yakni Kabupaten Flores Timur, Sikka, Manggarai, Sumba Tengah, Sabu Raijua, Malaka, TTU dan Kabupaten Kupang.

“Ada depalan kabupaten yang kita alokasikan lampu jalan,”ucapnya.

Kemudian ada 848 unit rumah sambungan listrik untuk tujuh kabupaten yakni Kabupaten Alor, Lembata, Ende, Sumba Barat Daya (SBD), Rote Ndao, TTS dan Kabupaten Kupang.

Sementara sambungan listrik untuk tujuh kabupaten destinasi pariwisata yakni di Mota’ain-Kabupaten Belu, di Kelaba Madja- Sabu Raijua, di Kabupaten Sumba Timur, di Langgaliru-Sumba Tengah, di Ile Boleng Flores Timur, Uma Uta-Sikka dan Riung-Ngada. (Hiro Tuames)