Gubernur VBL Ajak Pemimpin di KTI Bersatu Bangun Budaya dan Ekonomi

oleh -27 views

Suara-ntt.com, Papua-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak pemimpin di Kawasan Timur Indonesia (KTI) bersatu dalam membangun budaya dan ekonomi.

“Saya ajak kita semua mari bersatu untuk bangun budaya dan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia,” ucap Gubernur VBL saat menghadiri kegiatan doa syukur keluarga Flobamora, di GOR Waringin, Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (01/02/2020).

Selain mengajak bersatu dan bekerja sama, Gubernur VBL juga menegaskan bahwa Provinsi NTT akan terus mendorong ras Melanesia seperti Provinsi Papua dan Maluku untuk menjalin kerjasama, guna meningkatkan perekonomian daerah.

“Ini kesempatan emas, karena saya bisa menghadiri acara syukuran dan doa bersama dengan keluarga besar Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora) di tanah Papua. Ini juga merupakan langkah awal bagi NTT untuk menjalin kerjasama yang baik dengan Papua. Saya akan terus dorong ras Melanesia bangun kerjsama daerah. Apakah itu kesepakatan sosial budaya maupun ekonomi,” kata dia.

Kerjasama sama ini sebut Gubernur VBL, akan menjadi kekuatan kelompok bangsa Melanesia di Indonesia agar bahu membahu mewujudkan mimpi kita bahwa NTT, Papua, dan Maluku bukanlah daerah terpencil dan termiskin.

“Sebab kami mempunyai kekayaan luar biasa,”katanya.

Sebagaimana diketahui Melanesia merupakan gugus kepulauan yang memanjang dari Papua dan Aru lalu ke Timur sampai Pasifik bagian Barat, serta Utara dan Timur laut Australia. Melanesia (dari bahasa Yunani yang artinya ‘pulau hitam’) adalah gugus kepulauan yang memanjang dari Papua dan Aru lalu ke Timur sampai Pasifik bagian Barat, serta Utara dan Timur laut Australia.

Istilah ini pertama kali digunakan oleh penjelajah Prancis bernama Jules Dumont d’Urville pada 1832 untuk menunjuk ke sebuah kelompok etnis dan pengelompokan pulau-pulau yang berbeda dari Polinesia dan Mikronesia. Sekarang ini, klasifikasi “rasial” Dumont d’Urville dianggap tidak tepat sebab dia menutupi keragaman budaya, linguistik, dan genetik Melanesia dan sekarang ini hanya digunakan untuk penamaan geografis saja.
Gugus kepulauan ini berbatasan dengan Indonesia Tengah di sebelah Barat, Australia di sebelah Barat daya dan Selatan, Selandia Baru di sebelah tenggara, Polinesia di sebelah Timur dan Timur laut, serta Mikronesia di sebelah utara. Negara-negara yang termasuk ke dalam Melanesia yaitu : Fiji; Indonesia (Indonesia Timur: Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua); Papua Nugini; Kepulauan Solomon; Vanuatu; Kaledonia Baru; Timor Leste; dan Samoa.

Undang Gubernur, Bupati & Walikota

Pada sisi lain Gubernur VBL mengatakan, terkait model kerjasama antara Papua, Maluku dan NTT, dirinya akan mengundang Gubernur Papua, Bupati dan Walikota untuk berdiskusi lebih spesifik lagi mengenai hal-hal apa saja yang akan menjadi kerjasama. Apakah itu di bidang budaya maupun ekonomi. Sebab selama belum dibuka perdagangan antar provinsi, maka hal itu belum bisa terjalin.

“Kami tadi sudah usulkan ada kapal, yang jalurnya dari Jayapura ke NTT begitu juga dengan tranportasi udara,”pintanya memberi contoh.

Dia menjelaskan, Papua, NTT, dan Maluku sesungguhnya memiliki kekayaan alam luar biasa. Namun, kata Gubernur daerah-daerah ini masih menjadi daerah termiskin di Indonesia. Ini merupakan tantangan bagi kita untuk menyiapkan generasi masa depan agar bisa membangun kehidupan yang lebih baik. Tanggung jawab pemerintah adalah membangun konstruksi masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

Bangga dengan Gubernur VBL

Di tempat yang sama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Papua, Hery Dosinaen mengatakan Pemerintah Provinsi Papua bangga dengan kehadiran Gubernur VBL bersama rombongan untuk menemui masyarakat NTT yang ada di Papua.

“Kami merasa bangga atas kehadiran Bapak Gubernur NTT di Papua, yang tentunya dengan membawa misi dan komitmen untuk bersatu maju di Indonesia. Mari kita saling bergandengan tangan dalam bingkai NKRI. Ini merupakan starting awal untuk pertemuan lanjutan sehingga menjadi kerjasama ke depannya,”jelas Dosinaen.

Sekda Herry Dosinaen juga berterima kasih kepada Gubernur VBL yang telah berinisiasi untuk membangun kerjasama dengan ras Melanesia, khususnya dengan Provinsi Papua. Sebenarnya Papua sudah lakukan beberapa kegiatan pameran industri, tetapi ini juga merupakan amanah dalam bekerja sama antar daerah, maka Provinsi Papua menyambut baik rencana kerjasama tersebut.
Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur VBL yang berkenan menghadiri doa syukur keluarga besar Flobamora di tanah Papua. Untuk diketahui ada lima ribuan masyarakat Flobamora yang datang ini, baik dari beberapa daerah sekitar Kota Jayapura. Mereka antusias karena Bapak Gubernur NTT bisa hadiri acara tersebut.

Kagum Keindahan Tanah Papua

Dari tanah Jayapura Papua, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius, mengaku kagum dengan keindahan dan kepesonaan Papua menjadi daya tarik bagi siapapun yang mengunjunginya. Warga NTT yang berada di Papua dan Papua Barat diperkirakan lebih dari dua ratus ribu jiwa. Mereka sudah menyatu dengan warga lokal dan bersama-sama bekerja keras membangun kedua provinsi ini. Mereka tidak merasa diri sebagai perantau tetapi sudah menyatu. Tanah Papua, Tanah yang indah, cantik dan selalu dikenang.

Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM dalam Kotbahnya saat Ibadah Syukur bersama Gubernur VBL bahkan mengatakan bahwa Papua seperti Surga yang jatuh ke bumi. “Sebuah ungkapan yang penuh makna, kata Karo Humas, menirukan ungkapan Mgr. Leo yang merupakan anak asli Lembata.

Yang menarik dari kunjungan Gubernur VBL di tanah Papua ialah Gubernur VBL menyempatkan diri berdiskusi dengan sebagian warga asal NTT etnis Manggarai yang datang dari Kabupaten Timika Papua. Sebagaimana diketahui Provinsi Papua terdiri dari 28 Kabupaten dan 1 Kota. Orang-orang NTT dari sejumlah kabupaten di Papua termasuk dari Papua Barat berusaha datang ke Jayapura untuk bertemu dengan Gubernur VBL kendati harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit (mereka menggunakan transportasi udara). Kerinduan untuk bertemu “Bapa NTT” ini ternyata lebih besar dari nilai uang yang mereka keluarkan. (Humas NTT/HT)