Diskopnaketrans Beri Pelatihan Bagi Desa Model PKK dan Destinasi Wisata Estate

oleh -96 views

Suara-ntt.com, Kupang-Pada tahun 2020 Dinas Koperasi, Tenaga dan Transmigrasi Provinsi NTT, memberikan pelatihan kepada pendamping desa model PKK dan destinasi wisata estate. Untuk pelatihan 20 orang dari destinasi wisata estate dan 20 orang dari desa model PKK. Jumlah 40 orang peserta yang berasal dari 9 kabupaten maka total yang akan dilatih 360 orang.

“Dari desa model PKK ada 20 orang dan destinasi wisata estate juga 20 orang sehingga jumlah keselurahannya 40 orang peserta,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Johanes Mau, S.Sos, M.M melalui Kepala Seksi Fasilitasi Usaha Koperasi dan UKM, Hendrik Riwu, S.Sos, M.M kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (29/1/2020).

Hendrik mengatakan, pihaknya memberikan pelatihan kewirausahaan berupa pelatihan kelor menjadi pangan lokal dan pelatihan kemasan produk

“Kita ada kasih bantuan berupa pelatihan kewirausahaan. Kemudian ada pelatihan kelor menjadi pangan lokal dan pelatihan desain kemasan produk,”ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga memberikan bantuan sarana seperti lap top, printer dan alat desain kemasannya sehingga pada waktu mereka produksi sudah mempunyai sendiri di kabupaten/kota.

Dikatakan, seluruh pelaku UMKM di NTT wajib mendaftatkan Usahanya melalui Apkikasi SIDONAL UMKM TERINTEGRASI sehingga data by name by Adrres pelaku UMKM di NTT menjadi Online di seluruh wilayah NTT.

“Kita akan lakukan pemberdayaan kepada mereka yang telah mendaftar ke Aplikasi Sodonal.
Karena Sidinal akan menjawab persoalan UMKM di NTT. Dalam jangka panjang Sidonal akan dikembangkan :
1. Pelaporan Meuangan Online.
2.Marketing Online.
3.Pinjaman Online.
4.Grab food Sidonal Online.

Tentunya semua akan kita lakukan secara profesional, dengan cara kerja sama dan sama-sama kerja dengan semua stakeholder dan para pihak melalui Aplikasi Sidinal Terintegrasi.

Dimana kita ketahui bahwa 99 persen UMKM di Indinesia kuasai pasar yg anti krisis.
Karena setiap hari UMKM produksi produk yg berkaitan dengan kebutuhan harian masyarakat,”ujarnya.

Untuk diketahui sejauh ini ada 204.188 Pelaku UMKM di NTT ketika terdata secara online 25 persen saja maka secara kelembagaan sudah bisa dipastikan Aplikasi Sidonal UMKM Teritegrasi di NTT dapat wujudkan semua programnya, untuk menjawab NTT BANGKIT RAKYAT SEJAHTERA dari sisi UMKM.

Selama ini kata dia, tidak ada respon dari perangkat daerah terkait seperti lintas sektor dilakukan untuk mereka mempunyai alat sendiri.

Lebih lanjut kata dia, pelatihan untuk desa/kelurahan model dan destinasi wisata pada tahun 2020 ini hanya dilakukan di 9 kabupaten. Ke-9 kabupaten yang mendapat bantuan dana wirausaha pemuda (DWP) antara lain Kabupaten Sabu Raijua, Rote Ndao, Alor, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur dan Lembata.

Sementara untuk tiga kabupaten di Manggarai Raya yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur akan mendapat bantuan itu pada tahun 2021 mendatang.

“Dana wirausaha pemuda (DWP) sebesar Rp 7,5 juta per orang sudah ada di DPA kita,”ujarnya.

Untuk desa model PKK juga lanjutnya, ada sembilan kabupaten yang akan mendapat bantuan yakni Kabupaten Kupang, Rote Ndao, TTS, Belu, Ende, Lembata, Sumba Timur, Alor dan Sabu Raijua.

Pada kesempatan itu dia juga mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya melakukan sosialisasi ranpergub tentang pemberdayaan UMKM melalui desa/kelurahan model PKK kepada 44 orang pendamping desa model PKK dari 22 kabupaten/kota se-NTT di Aula Gedung PKK Provinsi NTT, pada 23 Januari 2020 lalu.

“Dan setiap kabupaten utus dua orang untuk mengikuti kegiatan ini,” pintanya. (Hiro Tuames)