Desa Bolok Dicanangkan Sebagai Kampung Cendana

oleh -32 views

Suara-ntt.com, Kupang-Desa Bolok dicanangkan sebagai kampung cendana dan mewakili NTT dalam upaya pemerintah untuk mengembangkan cendana demi kesejahteraan generasi yang akan datang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ferdy Kapitan mengatakan, pencanangan Desa Bolok sebagai kampung cendana dapat menggambarkan dan sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa cendana yang selama ini dilihat sebagai sebuah komoditi yang bermasalah ke depan tidak terjadi masalah lagi. Hal itu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan mereka.

Selain itu cendana juga dapat memberikan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat. Ini juga seiring dengan kebijakan pemerintah dalam memberikan ruang kepada mereka untuk mendapatkan nilai ekonomi sebanyak-banyaknya dari cendana.

“Kalau pada waktu lalu kecenderungan masyarakat untuk melakukan pemusnahan terhadap cendana yang hidup di lahan milik mereka karena dikomplain sebagai milik pemerintah. Tapi saat ini kita mau mengembalikan hal itu bahwa cendana itu sesungguhnya menjadi milik masyarakat yang memberikan jaminan untuk kehidupan mereka,” kata dia kepada media ini usai acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2019 di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi NTT, Selasa (26/11/19).

Dia menjelaskan, cendana di masa yang lalu menjadi suatu kebanggaan masyarakat NTT. Dan sesuai dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur NTT bangkit menuju sejahtera pihaknya melihat cendana menjadi salah satu komoditi yang bisa mengangkat masyarakat dari kemiskinan. Dan ini juga merupakan program lanjutan dari kebijakan pemerintah sebelumnya yang telah melakukan pengembangan cendana.

Program ini terus digalakan dan seluruh kabupaten telah mengembangkan cendana. Dari kebijakan pemerintah yang dijalankan selama ini pihaknya telah melakukan penanaman cendana sebanyak 3 juta pohon dari target 1,5 juta pohon.

“Saat ini kita telah berhasil menanam tiga juta pohon. Tapi sifat dari cendana pertumbuhannya tidak mencapai 100 persen yang ditanam itu akan tumbuh. Dari hasil penelitian dan kajian maksimal yang tumbuh itu 40 persen. Oleh karena itu, untuk mencapai target tersebut kita mencoba melakukan penanaman dalam jumlah yang lebih besar. Ini juga didukung oleh pemerintah pusat karena melihat NTT yang memiliki suatu keunggulan komperatif¬† terkait dengan pengembangan cendana,”ungkapnya.

Selain itu kata dia, pemerintah telah membangun persemaian permanen. Secara nasional persemaian permanen ada 51 buah tetapi secara khusus di NTT ada empat persemaian permanen yakni di Kabupaten Sumba Tengah, Kota Kupang, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Lembata.

“Kita berharap dengan adanya persemaian-persemaian itu akan menyiapkan bibit atau benih tidak hanya cendana tetapi komoditi lainnya untuk pengembangan lingkungan atau alam karena sesungguh harapan hidup kita sangat ditentukan oleh hutan sebagai sumber kehidupan.

Saya selalu katakan bahwa ketika kita mengabaikan alam, lingkungan termasuk hutan sesunguhnya kita sementara membuka gerbang untuk menuju ke sebuah kemiskinan,” bebernya.

Lebih lanjut kata dia, dengan semangat NTT bangkit menuju sejahtera pihaknya berupaya untuk mengembalikan potensi-potensi yang dimiliki bukan hanya cendana tetapi juga kelor dan komoditi-komoditi lainnya baik tahunan maupun komoditi-komoditi yang bisa dikembangkan di kawasan hutan. Dalam kawasan hutan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat otomatis akan meningkatkan kesejahteraan atau ekonomi. Selain itu mereka juga akan merawat dan menjaga kelestarian hutan.

“Kita berharap kalau satu orang menanam 25 pohon saja dari sekolah sampai menikah maka sesungguhnya dia telah berkontribusi yang sangat baik untuk kelestarian lingkungan ke depan,” ujar mantan Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT ini. (Hiro Tuames)